Potensi Anyaman Pithi Banjarnegara, Jadi Kemasan Khas Getuk Goreng Sokaraja

Anyaman pithi menjadi salah satu potensi ekonomi berbasis kearifan lokal yang masih bertahan di tengah maraknya penggunaan kemasan modern. Foto: UIN Saizu
banner 120x600

Ia menambahkan sistem pembayaran juga cukup fleksibel.

“Satu jlujur berisi delapan golek, satu golek terdiri dari 30 lembar atau 15 tangkap. Jadi satu jlujur berjumlah 240 lembar atau 120 tangkap,” jelasnya.

Di tengah dominasi kemasan plastik, anyaman pithi masih memiliki pasar tersendiri karena dinilai lebih ramah lingkungan, kuat, sekaligus memberikan nilai estetika pada penyajian makanan tradisional.

Penggunaan kemasan bambu ini juga menjadi identitas khas Getuk Goreng Sokaraja yang telah dikenal luas. Selain menjaga nuansa tradisional, pithi turut mendukung pengurangan penggunaan plastik karena berasal dari bahan alami yang mudah terurai.

Bagi masyarakat Desa Kecitran, kerajinan tersebut bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi penopang ekonomi keluarga yang terus dipertahankan lintas generasi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Saizu memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan UMKM berbasis potensi lokal. Mereka melihat bahwa produk tradisional mampu memiliki daya saing apabila kualitas tetap dijaga dan dipromosikan secara lebih luas.

Selain belajar menganyam, mahasiswa juga memahami pentingnya pemasaran digital untuk memperkenalkan produk desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Koordinator Desa KKN UIN Saizu Kelompok 76, Bayu Hizbulloh, mengatakan pihaknya berharap kerajinan anyaman pithi semakin dikenal melalui berbagai media promosi.

“Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen KKN UIN Saizu dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui penguatan UMKM berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Menurut Bayu, publikasi yang berkelanjutan diharapkan mampu membuka pasar baru bagi para perajin tanpa menghilangkan nilai tradisi yang selama ini menjadi identitas produk.

Melalui pendampingan dan promosi digital, mahasiswa optimistis anyaman pithi dari Desa Kecitran dapat terus berkembang, meningkatkan pendapatan para perajin, sekaligus menjadi contoh bagaimana warisan budaya lokal tetap relevan dan bernilai ekonomi di era modern.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow