Ia mengatakan jika operasi akan dilaksanakan dengan komposisi kegiatan preemtif sebesar 20 persen, preventif 30 persen, dan represif atau penegakan hukum sekitar 50 persen. Untuk penindakan, sebanyak 60 persen akan dilakukan melalui sistem ETLE, 30 persen melalui tilang manual terhadap pelanggaran tertentu, serta 10 persen berupa teguran simpatik dan edukatif.
“Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Karena itu kegiatan preemtif, preventif dan edukatif tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaannya,” ujar Kombes Pol. Pratama Adhyasastra.
Ia mengungkapkan, salah satu pelanggaran yang menjadi perhatian serius saat ini adalah berbagai upaya mengakali sistem ETLE dengan cara menutupi atau memodifikasi tanda nomor kendaraan bermotor.
“Salah satu perhatian kami saat ini adalah maraknya penggunaan penutup, pelipatan maupun modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang bertujuan menghindari tangkapan kamera ETLE,” tegasnya.
Tindakan tersebut menurutnya bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, akan tetapi juga menunjukkan rendahnya kepatuhan hukum serta kesadaran keselamatan berkendara di jalan raya.
Walaupun demikian, pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama selama Operasi Patuh Candi 2026. Pihaknya menegaskan tujuan utama operasi bukan hanya memberikan sanksi, melainkan juga membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto juga mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan operasi dengan meningkatkan disiplin dan kepedulian terhadap keselamatan bersama.
“Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa mematuhi aturan lalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Kombes Pol. Artanto.
Selain persiapan Operasi Patuh Candi 2026, Polda Jateng juga tengah mematangkan Operasi Pekat Candi 2026 sebagai langkah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.















