“Kami memahami kekeringan tahun ini berlangsung lebih panjang dari biasanya dan dampaknya sangat dirasakan warga. Semoga bantuan air bersih ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan beban masyarakat,” ujar Agustiawan.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tidak hanya menyasar wilayah Kutawaru. Pertamina juga berkolaborasi dengan sejumlah organisasi untuk mendistribusikan air bersih ke beberapa kelurahan di Kabupaten Cilacap, termasuk desa-desa di Kecamatan Jeruklegi dan Kawunganten.
Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan menjangkau masyarakat di 23 desa dan kelurahan di Kabupaten Cilacap yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina melibatkan Relawan Pertamina Peduli (Relpi), Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK), Persatuan Wanita Patra (PWP), Koperasi Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (Kopama), Himpunan Pensiunan Pertamina (Himpana), Agent of Change (AOC), Baituzzakah Pertamina (Bazma), serta Yayasan Siaga Peduli Cilacap.
Camat Cilacap Tengah, Agung Wibowo, mengapresiasi dukungan Pertamina dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Menurut dia, bantuan tersebut menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Dukungan Pertamina merupakan bentuk sinergi nyata antara dunia usaha dan pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat meringankan kesulitan warga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah kondisi yang tidak mudah,” ungkap Agung.
Melalui program Pertamina Peduli, Kilang Cilacap berupaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang berkepanjangan.















