PURWOKERTO, MyInfo.ID – Pakaian toga yang seharusnya dikenakan dalam senyum kebahagiaan kini menyimpan duka mendalam bagi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (3/10/2026). Kevin Duta Justisia, S.Pd., lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UMP, meninggal dunia menjelang momentum wisuda yang telah dinanti-nantikannya.
Kevin telah menuntaskan seluruh kewajiban akademiknya hingga resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan. Namun, takdir berkata lain saat momentum perayaan bersama keluarga, dosen, dan rekan seperjuangan tinggal menghitung hari.
Dalam suasana duka, pihak kampus mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir seraya mengunggah foto kebanggaan Kevin mengenakan toga sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya.
“Selamat Jalan Sang Wisudawan. Alm. Kevin Duta Justisia, S.Pd. Kenanganmu Akan Selalu Bersama Kami,” bunyi pesan penghormatan resmi UMP.
Kepergian Kevin meninggalkan duka mendalam di lingkungan FKIP UMP. Rekan-rekan seangkatannya yang hadir di gedung wisuda tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga mendoakan dan mengenang sosok Kevin yang telah menyelesaikan tugas kehidupannya lebih awal.
Kendati tak hadir secara fisik di bangku wisudawan, gelar S.Pd. yang disandangnya menjadi bukti sah bahwa almarhum berhasil memenangkan perjuangan akademiknya.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik kampus tersebut. Menurutnya, kehilangan seorang lulusan adalah duka bagi seluruh civitas akademika.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Kevin Duta Justisia. Kevin telah menyelesaikan perjuangan akademiknya dan menjadi bagian dari keluarga besar UMP. Kami mendoakan semoga seluruh amal kebaikannya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Prof. Dr. Jebul Suroso.
Prof. Jebul menegaskan bahwa hubungan antara kampus dan mahasiswa tidak berhenti pada urusan nilai akademik. Tahun-tahun yang dihabiskan di ruang kuliah telah membina ikatan emosional dan kekeluargaan yang kuat.
“Setiap mahasiswa memiliki cerita dan meninggalkan jejak di kampus ini. Ada persahabatan, perjuangan, cita-cita, dan kenangan yang dibangun bersama. Karena itu, ketika salah satu keluarga kita berpulang, dukanya juga menjadi duka keluarga besar UMP,” tuturnya.
Ia berharap, pencapaian gelar sarjana yang berhasil diraih Kevin tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak keluarga serta menorehkan kenangan indah yang terus dihidupkan.














