7. Gangguan hormon
Masalah hormonal juga termasuk penyebab ASI tidak keluar. Beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan produksi ASI antara lain hipotiroidisme, PCOS atau polycystic ovary syndrome, serta rendahnya kadar hormon prolaktin.
Hormon prolaktin memiliki peran penting dalam merangsang produksi air susu ibu. Perubahan atau gangguan pada hormon tersebut dapat membuat produksi ASI menjadi kurang optimal.
8. Berat badan berlebih
Kelebihan berat badan sebelum kehamilan maupun kenaikan berat badan yang cukup drastis selama kehamilan juga dapat berkaitan dengan produksi ASI yang kurang lancar.
Menjaga pola makan seimbang dan memperhatikan perubahan berat badan selama kehamilan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh tetap optimal.
Cara Mengatasi ASI Tidak Keluar agar Menyusui Lebih Lancar
Setelah mengetahui penyebab ASI tidak keluar, ibu dapat melakukan beberapa langkah untuk membantu merangsang produksi air susu ibu.
1. Tingkatkan frekuensi menyusui
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyusui bayi secara rutin. Frekuensi menyusui yang cukup sering dapat memberikan rangsangan pada tubuh untuk terus memproduksi ASI.
Dalam sumber ini, ibu dianjurkan menyusui sekitar 8 hingga 12 kali dalam sehari untuk membantu menjaga produksi ASI.
2. Gunakan pompa ASI
Jika bayi belum dapat menyusu secara optimal atau ASI terasa belum keluar, ibu dapat mencoba menggunakan pompa ASI.
Aktivitas memerah payudara memberikan rangsangan tambahan yang dapat membantu tubuh mempertahankan produksi air susu ibu.
3. Lakukan pijat payudara
Pijat payudara juga dapat dicoba ketika ASI terasa tersumbat atau sulit keluar. Gerakan pijatan dapat dilakukan secara perlahan dengan arah yang membantu mendorong aliran ASI.
Hindari memberikan tekanan berlebihan agar payudara tidak terasa semakin sakit atau mengalami iritasi.
4. Utamakan pemberian ASI
Selama periode ASI eksklusif, ibu dianjurkan mengutamakan pemberian ASI sesuai kebutuhan bayi. Frekuensi menyusui yang berkurang dapat membuat rangsangan produksi ASI ikut menurun.
Penggunaan dot atau empeng juga perlu diperhatikan karena pada sebagian bayi dapat memengaruhi cara mereka melakukan pelekatan pada payudara.
5. Periksa ke dokter jika masalah berlanjut
Jika berbagai upaya sudah dilakukan tetapi ASI tetap tidak keluar atau produksinya terus menurun, ibu sebaiknya mencari bantuan tenaga kesehatan.
Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab ASI tidak keluar secara lebih jelas, termasuk kemungkinan adanya kondisi medis atau gangguan hormonal yang membutuhkan penanganan khusus.
Masalah ASI saat menyusui dapat dipengaruhi banyak faktor dan tidak selalu menunjukkan bahwa ibu gagal memberikan yang terbaik untuk bayinya. Kondisi tubuh, pola menyusui, kesehatan, asupan nutrisi, hingga faktor hormonal bisa saling berkaitan.
Dengan mengetahui penyebab ASI tidak keluar, ibu dapat menentukan langkah yang lebih tepat dan tidak sekadar mencoba berbagai cara tanpa mengetahui pemicunya. Jika keluhan berlangsung terus atau bayi menunjukkan tanda tidak mendapatkan asupan yang cukup, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.















