PURBALINGGA, MyInfo.ID – Harapan warga di wilayah perbatasan Kecamatan Kertanegara dan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, untuk memiliki jembatan penghubung permanen akhirnya mulai terwujud. Setelah puluhan tahun hanya menjadi usulan, pembangunan Jembatan Gantung Langkap–Kramat resmi dimulai pada 2026.
Jembatan yang menghubungkan Desa Langkap dan Desa Kramat itu dinilai akan membuka akses penting bagi masyarakat, mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil ekonomi, hingga akses layanan kesehatan saat kondisi darurat.
Pembangunan jembatan tersebut disosialisasikan kepada warga di Aula Balai Desa Langkap, Jumat (8/5/2026). Anggota DPR RI Komisi V, Rofik Hananto mengatakan proyek itu dibiayai melalui APBN dengan total anggaran mencapai Rp4,27 miliar.
Menurut Rofik, pembangunan jembatan menjadi salah satu prioritas karena telah lama diperjuangkan masyarakat namun baru dapat direalisasikan tahun ini.
“Jembatan Langkap-Kramat ini super prioritas karena sudah diajukan cukup lama. Alhamdulillah tahun 2026 mendapat alokasi anggaran dari PUPR senilai Rp4,2 miliar. Mudah-mudahan manfaatnya segera dirasakan masyarakat Kramat dan Langkap,” katanya.
Jembatan gantung tersebut dibangun melintasi Sungai Tambra dengan panjang bentang mencapai 100 meter dan lebar 1,8 meter. Selain pembangunan jembatan utama, proyek juga mencakup pembangunan jalan pendekat di dua sisi desa.
Akses jalan dari Desa Kramat akan dibangun sepanjang 100 meter, sedangkan dari sisi Desa Langkap sepanjang 110 meter. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh CV Simbar Agung sejak 23 April hingga ditargetkan selesai pada 18 Oktober 2026.















