Sasaran lainnya meliputi revitalisasi empat sekolah, empat tempat ibadah, satu panti asuhan, serta pembangunan area parkir makam leluhur di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor.
Hingga 20 Oktober, seluruh sasaran pembangunan jembatan di Kebumen belum mencatat progres. Dari 50 titik sumur bor yang direncanakan, pengerjaan di Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, telah mencapai 25 persen.
Untuk program rehabilitasi RTLH, perbaikan rumah milik Fatkhulloh di Desa Sikayun, Kecamatan Buayan, masih mencapai 40 persen. Adapun sasaran pembangunan MCK, sekolah, tempat ibadah, panti asuhan, dan area parkir makam leluhur belum mencatat progres dalam laporan tersebut.
Kegiatan sosial di Kebumen meliputi pengobatan gratis dengan target 1.000 orang, operasi bibir sumbing untuk satu orang, bantuan lima kaki palsu, dan satu kursi roda. Pengobatan gratis telah mencapai 20 persen, sedangkan operasi bibir sumbing dan seluruh bantuan alat bantu mobilitas telah mencapai 100 persen dari target. Sementara itu, program penanaman 5.000 pohon belum mencatat progres.
Pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel TNI, pemerintah daerah, Polri, perlindungan masyarakat (Linmas), organisasi kemasyarakatan, pelajar, mahasiswa, hingga warga setempat.
Di Banyumas, sebanyak 450 personel dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sementara di Kebumen, terdapat 103 personel yang terdiri atas 35 personel TNI, lima personel pemerintah daerah, 55 anggota masyarakat, dan delapan anggota Linmas.
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 16 Desember 2026. Pelaksanaan kegiatan akan berlanjut secara bertahap dengan mengutamakan penyelesaian setiap sasaran, baik pembangunan infrastruktur maupun pelayanan sosial.
Melalui program tersebut, hasil pembangunan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.















