Program tersebut juga menyasar revitalisasi empat sekolah, enam tempat ibadah, empat panti asuhan, dan makam Mbah Kalibening.
Berdasarkan laporan hingga 20 Oktober, pembangunan jembatan dan sumur bor di wilayah Banyumas belum menunjukkan progres. Adapun rehabilitasi RTLH mulai berjalan pada dua sasaran, masing-masing mencapai lima persen, sedangkan sasaran lainnya belum mencatat perkembangan.
Bantuan Air Bersih dan Pelayanan Sosial
Selain pembangunan fisik, Bakti TNI AD di Banyumas juga mencakup berbagai kegiatan sosial, antara lain operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan massal, nikah massal, pembagian paket sembako, bantuan kursi roda, pemberian alat bantu jalan berupa kruk dan walker, serta bazar murah.
Sejumlah kegiatan, yakni operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan massal, nikah massal, bantuan alat bantu mobilitas, dan bazar murah, telah mencapai 100 persen dari target. Sementara itu, penyaluran paket sembako mencapai 50 persen. Adapun operasi katarak belum mencatat progres.
Dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga juga dilakukan melalui penyaluran 10.000 liter air bersih oleh Kodim 0701/Banyumas. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di RT 7/RW 3 dan RT 1/RW 3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas.
Di Kabupaten Kebumen, pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, telah mencapai 62 persen dari sasaran sepanjang 700 meter. Sementara itu, pembangunan jalan di Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, sepanjang 220 meter, serta di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, sepanjang 400 meter, belum mencatat progres.
Program Bakti TNI AD di Kebumen juga mencakup pembangunan 12 jembatan dan 50 titik sumur bor air bersih, rehabilitasi 45 RTLH, serta pembangunan 20 fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).















