Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global, Tumbuh 5,61 Persen

Ilustrasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu
banner 120x600

Kondisi ini menunjukkan roda perekonomian nasional masih bergerak cukup kuat meski tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan hingga awal Juni 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi sentimen global dan kecenderungan investor mencari instrumen yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian pasar keuangan dunia.

Meski demikian, pemerintah optimistis tekanan terhadap rupiah akan berangsur mereda pada paruh kedua tahun ini.

“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kola Devisa Hasil Ekspor, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas dalam negeri ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor, sehingga rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026,” tandas Menkeu.

Kabar positif juga datang dari pasar keuangan. Sepanjang Triwulan II 2026, arus modal asing mulai menunjukkan perbaikan, terutama pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Meski pasar saham masih mencatat arus keluar modal atau outflow, minat investor terhadap instrumen keuangan domestik secara umum dinilai tetap terjaga.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan strategis. Mulai dari menjaga stabilitas harga pangan dan BBM, memastikan pasokan energi serta beras tetap aman, mempercepat penyerapan anggaran negara, hingga memberikan berbagai stimulus guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung dunia usaha.

“Kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid menjadi landasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027,” pungkas Menkeu.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow