Beli Mobil Bekas Bagusnya KM Berapa?
Angka di odometer jadi patokan utama. Rata-rata pemakaian normal di Indonesia sekitar 10.000–15.000 km per tahun. Jadi untuk mobil bekas usia 3–5 tahun, jarak tempuh ideal adalah 30.000–75.000 km. Kalau masih di bawah 100.000 km, mesin biasanya masih sehat asalkan rajin servis.
Hindari mobil dengan odometer terlalu tinggi, misalnya usia 3 tahun sudah tembus 120.000 km. Itu pertanda mobil sering dipakai jarak jauh atau jadi kendaraan operasional.
Uang 70 Juta Dapat Mobil Bekas Apa?
Budget Rp70 jutaan di pasar mobil bekas bukanlah angka yang kecil. Kamu masih bisa dapat beberapa pilihan decent:
- City car/LCGC irit: Toyota Agya, Daihatsu Ayla generasi awal (2013–2015), Datsun Go, Suzuki Karimun Wagon R.
- Hatchback jadul bandel: Nissan March (2011–2012), Kia Picanto lawas.
- MPV keluarga: Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia generasi pertama (2005–2007). Mesinnya terkenal awet dan sparepart melimpah.
Kenapa Harus Hindari Mobil Bekas Kecelakaan?
Melihat unit mobil bekas dengan harga di bawah pasaran memang menggiurkan. Tapi kalau itu bekas kecelakaan berat, sebaiknya mundur teratur. Ini alasannya:
- Sasis sudah cacat: Rangka utama (sasis) yang sudah bengkok meski ditarik ulang, kekuatannya tidak akan pernah sama dengan keluaran pabrik. Mobil terasa limbung dan ban makan sebelah.
- Fitur keselamatan mati: Airbag yang sudah pernah meledak sering tidak diganti karena mahal. Akibatnya, fitur keselamatanmu hilang.
- Risiko kelistrikan: Benturan keras bisa merusak jalur kabel dan sensor elektronik. Mobil rawan konslet dan mogok mendadak.
Jadi, mending beli mobil bekas atau baru? Kembali lagi ke kebutuhan dan kondisi finansial. Pilih mobil baru kalau kamu ingin minim risiko dan tidak mau pusing perawatan dini.
Pilih mobil bekas kalau kamu ingin mendapatkan kendaraan dengan harga lebih rendah atau bahkan naik kelas. Yang terpenting, jangan pernah terburu-buru dan selalu lakukan pengecekan fisik serta dokumen sebelum membeli.















