Ia juga menekankan pentingnya ketahanan informasi nasional agar masyarakat mampu membedakan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Informasi yang dibentuk harus berkualitas, ada objektivitas, ada cross-check, dan akurasi lebih penting daripada sekadar cepat,” ujarnya.
Benny mengaku terkesan dengan antusiasme mahasiswa FISIP Unsoed yang aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung.
“Saya tidak menyangka mahasiswa begitu antusias. Ini menunjukkan kapasitas intelektual, kepedulian, dan sikap kritis mahasiswa dalam menyikapi perkembangan media baru,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Norman Arie Prayogo, mengatakan perguruan tinggi menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus informasi digital yang belum tentu seluruhnya benar.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang harus bertanggung jawab.
“Mahasiswa sebagai calon profesional harus mampu mengenali bias, melawan hoaks, dan menggunakan media sebagai alat penyebaran perubahan yang positif,” ujarnya.
Kuliah umum tersebut turut menghadirkan jurnalis senior Virgie Baker serta Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed, Edi Santoso, sebagai narasumber.















