Saat ini, proyek percontohan telah berjalan di 42 provinsi, kabupaten, dan kota sebagai tahap awal sebelum diterapkan secara nasional.
“Kemarin di Banyuwangi sudah berjalan dan sangat sukses kita belajar dari model ini. Nanti kalau 42 ini sukses, Oktober tahun ini akan roll out nasional, seluruh 514 kabupaten akan terhubung,” ungkap Luhut.
Digital Single ID Siap Diluncurkan
Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan digital single ID atau identitas digital terpadu yang ditargetkan mulai hadir pada akhir tahun 2026.
Melalui sistem tersebut, berbagai program bantuan sosial hingga transfer langsung pemerintah diharapkan dapat disalurkan lebih tepat sasaran karena seluruh data penerima akan terintegrasi dan dianalisis menggunakan teknologi AI.
“Mungkin akhir tahun ini akan ada digital single ID, yang mengakibatkan semua bansos (bantuan sosial) atau direct cash transfer itu akan targeted dan itu akan menghemat angka cukup besar tadi. Angka mungkin beberapa bisa cukup besar akan dihemat dan saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada 5,4 juta rupiah per orang dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI,” ujar Luhut.
Menurutnya, sistem tersebut akan membantu pemerintah mengurangi kebocoran anggaran sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang berhak.
Indonesia Menuju Pemerintahan Berbasis AI
Selain membahas transformasi digital, Luhut juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo terkait pengembangan International Financial Center dan skema family office guna meningkatkan daya tarik investasi Indonesia.
Luhut optimistis Indonesia dapat menjadi salah satu negara pertama dengan jumlah penduduk besar yang menerapkan sistem pemerintahan berbasis digitalisasi dan kecerdasan buatan secara menyeluruh.
“Jadi ini satu pemerintahan yang berpenduduk hampir 300 juta orang pada awal tahun depan, yang pertama menggunakan digitalisasi berbasis AI. Nah ini saya kira satu keberanian tersendiri karena tadi saya singgung semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini dan sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia,” tutup Luhut.















