“Saya sedang berkeliling ke semua rumah sakit bersama tim penyelenggara untuk menyambangi dan mengecek kondisi para korban,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan korban, aparat kepolisian juga bergerak melakukan penyelidikan terkait penyebab robohnya tribun penonton.
Menurut Sadewo, Polresta Banyumas telah memanggil berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara, mulai dari pengelola tiket, event organizer (EO), vendor, panitia pelaksana, hingga Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai aspek teknis, termasuk jumlah penonton yang berada di tribun VIP, kapasitas tribun, hingga spesifikasi konstruksi yang digunakan.
“Itu yang sekarang hari ini tiketingnya dipanggil ke Polresta. Langsung hari ini, pihak tiketing, IO, kemudian vendor, panitia, dan IMI diundang ke Polresta untuk memastikan jumlahnya berapa, kemudian kapasitasnya mencukupi atau tidak, kekuatan dari mana, rigidnya, dan semua sudah diolahkan oleh TKP oleh Polresta,” jelasnya.
Menyusul insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas memutuskan menghentikan sementara seluruh rangkaian Kejurnas Drift Speed Fest.
Penghentian dilakukan hingga proses investigasi selesai dan terdapat rekomendasi resmi dari aparat kepolisian maupun IMI terkait kelayakan penyelenggaraan event.
“Dan event ini, Drift Speed Fest ini, sementara saya stop sampai dengan keputusan nanti, dari pihak Polresta bagaimana, IMI bagaimana, karena IMI biasanya ada crisis center,” kata Sadewo.















