Untuk menjaga ketertiban, PPIH mengatur pergerakan jemaah secara terstruktur sejak dari bandara hingga hotel.
“Pergerakan jemaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” jelas Budi.
Pengaturan ini dilakukan melalui koordinasi dengan pihak syarikah guna memastikan alur perjalanan jemaah berjalan tertib dan efisien.
Selain transportasi, layanan bagasi juga menjadi perhatian. Sistem khusus disiapkan agar barang bawaan jemaah dapat sampai ke hotel dengan aman.
Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari. Untuk mendukung kebutuhan selama masa tinggal, pemerintah menyiapkan layanan konsumsi hingga 27 kali makan.
“Setelah itu, jemaah akan diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” pungkasnya.













