Rombongan dijadwalkan singgah di Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Jemaah yang masih kuat dipersilakan melaksanakan salat sunnah di masjid, sementara jemaah lansia dan pengguna kursi roda tetap berada di dalam kendaraan demi menjaga kondisi fisik.
Meski sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, kondisi kesehatan Mbah Mardi kini dilaporkan stabil. Petugas menyebut ia tetap kooperatif selama masa pemulihan dan memiliki selera makan yang baik.
“Makanannya enak, saya suka,” ujar Mbah Mardi singkat.
Selama berada di Madinah, Mbah Mardi juga telah menjalani sejumlah rangkaian ibadah, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga ziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.
Di balik usianya yang telah melewati satu abad, Mbah Mardi menyimpan semangat hidup yang sederhana namun kuat. Ia mengaku selalu berusaha menjalani hidup dengan ikhlas dan bahagia dalam kondisi apa pun. Bahkan, ia menyebut tidak pernah merokok sepanjang hidupnya.
Perjalanan Mbah Mardi menuju Tanah Suci pun menjadi simbol keteguhan dan semangat jemaah lansia Indonesia dalam memenuhi panggilan ibadah haji. Dengan pendampingan petugas serta perhatian terhadap kondisi kesehatannya, Mbah Mardi kini bersiap menjalani fase terpenting dalam ibadah hajinya di Tanah Suci.















