“Ketersediaan bahan pangan yang diproduksi sendiri, disertai kemampuan mengolah dan mengembangkan produk, dapat memperkuat kapasitas masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk dari luar wilayah,” katanya.
Selain mendukung ketahanan pangan, diversifikasi produk puyuh dinilai dapat menciptakan rantai ekonomi baru. Rantai tersebut mencakup kegiatan budidaya, pengolahan hingga pemasaran produk.
“Bagi kelompok perempuan eks PMI, keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Agustiawan.
Dalam kegiatan tersebut, Officer CSR & SMEPP Kilang Cilacap, Lifania Riski Nugrahani, menyerahkan bantuan peralatan memasak kepada kelompok perempuan peserta pelatihan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan pengolahan produk sekaligus pengembangan usaha kelompok.
Pelatihan menghadirkan dosen Program Studi Produk Agroindustri Politeknik Negeri Cilacap, Mardiyana, sebagai instruktur. Peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan daging dan telur puyuh menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah.
Materi pelatihan mencakup pengenalan bahan, diversifikasi produk serta prinsip dasar pengolahan pangan. Peserta kemudian melakukan praktik mulai dari menimbang bahan, menentukan komposisi hingga mengolah dan memasak produk.









