Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan di jalur mudik, Kementerian PU juga menyiapkan disaster relief unit (DRU) di sejumlah titik yang berpotensi terdampak bencana.
Unit tersebut terdiri dari alat berat, material, serta tim teknis yang siap diterjunkan apabila terjadi kondisi darurat seperti banjir, longsor, atau kerusakan jalan yang dapat menghambat arus kendaraan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan posko dan tim tanggap darurat di sejumlah lokasi strategis guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, panjang jalan nasional non tol di Indonesia saat ini mencapai sekitar 47.603,39 kilometer dengan tingkat kemantapan mencapai 93,50 persen.
Sementara itu, jaringan jalan tol nasional telah mencapai sekitar 3.115 kilometer yang menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah di berbagai daerah.
Selain menyediakan platform digital, Kementerian PU juga membuka layanan call center mudik 24 jam yang dapat dihubungi masyarakat jika membutuhkan informasi atau bantuan selama perjalanan.
Menteri PU menegaskan bahwa di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran, akses informasi yang cepat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran perjalanan.
“Di era sekarang, informasi yang cepat seringkali sama pentingnya dengan kesiapan infrastruktur itu sendiri. Karena itu kami menghadirkan platform informasi ini agar masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik secara langsung,” ujarnya.















