Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim Inafis Polresta Banyumas bersama tenaga medis menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berinisial A.
Korban ditemukan di sebuah kamar yang berada di samping rumah dengan sejumlah luka, antara lain luka robek pada bagian dagu, luka di kepala, serta indikasi kekerasan pada area leher.
Sementara itu, korban K ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur yang berada di lingkungan rumah. Proses evakuasi korban melibatkan tim SAR Kabupaten Banyumas.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga memperoleh keterangan dari sejumlah saksi. Sebelum kejadian terungkap, saksi sempat melihat terduga pelaku yang diketahui merupakan cucu korban berada di dalam rumah.
Namun ketika hendak dimintai keterangan, yang bersangkutan justru melarikan diri menggunakan sepeda motor. Dalam upaya pelariannya, terduga pelaku bahkan dilaporkan sempat menabrak warga.
Saat ini penyidik masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut, termasuk merekonstruksi kronologi kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, bukti forensik, dan hasil autopsi kedua korban.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait motif dan peran pelaku dalam peristiwa ini. Proses penyidikan terus berjalan,” tegas Kapolresta.
Polisi memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab kematian kedua korban sekaligus memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut terungkap secara terang.















