News  

Kardus hingga Gelas Plastik Jadi Media Belajar STEM Anak PAUD, Tak Perlu Alat Mahal

Kardus yang biasanya dibuang atau gelas plastik yang dianggap sederhana pun dapat berubah menjadi sarana belajar. Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

Dalam salah satu kegiatan, murid membuat miniatur Menara Kudus. Gelas plastik digunakan sebagai bagian penyangga bangunan, sementara anak-anak menentukan bahan untuk atap, menghias miniatur, kemudian menghitung jumlah susunannya.

“Anak-anak tahu kenapa harus pakai gelas untuk membuat tiang, karena mereka tahu gelas ini bisa berdiri. Kemudian mereka menghitung, tadi ada enam tingkatan/susunan dari bawah ke atas,” kata Kepala PAUD Terpadu Kalirejo, Sumiyati.

Bagi Sumiyati, suasana belajar yang menyenangkan membuat anak lebih aktif mengeksplorasi benda di sekitarnya.

“Anak-anak semakin happy dan menikmati. Dengan alat dan benda yang kami siapkan, mereka lebih banyak bereksplorasi,” ujarnya.

Ia juga menyebut konsep STEM sebenarnya sudah beririsan dengan sejumlah metode pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah.

“Sebetulnya kita semua sudah melakukan, tetapi belum kita munculkan bahwa itu STEM. Dari inkuiri, berpikir komputasional, hingga Kurikulum Merdeka, semuanya bisa diintegrasikan ke STEM,” katanya.

Penerapan STEM sejak usia dini menempatkan rasa ingin tahu anak sebagai bagian penting dalam proses belajar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan anak perlu diarahkan untuk memahami berbagai hal yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus mengarahkan dan memberi arti terhadap peristiwa yang mereka temukan di sekitarnya. Dengan STEM 5M kita harap dapat menyiapkan anak-anak kita menjadi saintis-saintis muda yang berkarakter Pancasila. Saintis yang memiliki akhlak mulia dan yang mengembangkan ilmu berbasis kekayaan alam yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow