“RTE ini menjadi layanan yang sangat penting karena langsung berkaitan dengan kebutuhan konsumsi jemaah pada fase-fase krusial. Karena itu, distribusinya harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Jaenal.
Ia menegaskan seluruh proses distribusi makanan siap saji ditargetkan sudah selesai sebelum memasuki fase utama layanan haji.
“Target kita jelas, seluruh RTE sudah harus terdistribusi ke dapur-dapur layanan paling lambat 4 Dzulhijjah. Ini penting agar tidak ada kendala pada fase layanan berikutnya,” tegasnya.
Kementerian Haji dan Umrah juga meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyedia layanan, pengelola dapur, hingga mitra logistik, untuk memperkuat koordinasi dan memastikan distribusi berjalan tepat waktu.
Selain ketepatan distribusi, kualitas layanan juga menjadi perhatian utama agar makanan yang diterima jemaah tetap memenuhi standar yang telah ditentukan.
Untuk mengantisipasi potensi hambatan di lapangan, proses distribusi RTE akan terus dipantau secara berkala selama operasional haji berlangsung. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan layanan konsumsi bagi jemaah tetap berjalan optimal pada masa-masa paling sibuk pelaksanaan ibadah haji 2026.















