Dalam sambutannya, Sadewo menyampaikan kondisi inflasi di Kabupaten Banyumas hingga saat ini masih berada dalam kategori terkendali. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
Menurutnya, menjaga inflasi bukan hanya soal mengendalikan harga, tetapi juga memastikan pasokan barang tersedia dan distribusi berjalan lancar sehingga tidak terjadi gejolak di pasar.
Sadewo menegaskan keberhasilan pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendirian. Dukungan berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, Perum Bulog, pelaku usaha, distributor, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Selain menggelar pasar murah, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada pelaku usaha mikro.
PT Indomarco Prismatama menyerahkan 10 unit tenda sarnavil kepada Bidang UMKM DKUKMP Kabupaten Banyumas. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan promosi dan pemasaran produk lokal.
Bupati menyampaikan apresiasi atas kontribusi sektor swasta yang dinilai turut memperkuat pengembangan UMKM di Banyumas.
Menutup sambutannya, Sadewo mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan penggunaan produk lokal.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan inflasi.
“Dengan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak, Saya yakin Kabupaten Banyumas akan mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.















