News  

Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Kurangi Ketergantungan Gawai

Ilustrasi Anak Aktif Belajar dan Bermain. Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

Anak-anak PAUD hingga SD kelas rendah akan mengikuti berbagai kegiatan seperti menjadi ilmuwan cilik, bermain peran, membuat layang-layang, hingga merancang kincir angin.

Sementara itu, siswa SD kelas tinggi hingga SMA diajak mengenal kembali permainan tradisional seperti congklak, gasing, bakiak, egrang batok, rangku alu, dan perahu jong sebagai media belajar sekaligus memperkuat interaksi sosial.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa kebijakan pembatasan penggunaan gawai bukan berarti melarang anak memanfaatkan teknologi. Kebijakan tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara pembelajaran digital dan pengalaman belajar secara langsung.

“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar,” tegas Kurniawan.

Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, pemerintah berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, sekaligus membangun kebiasaan belajar, bermain, dan bersosialisasi yang sehat.

Menutup keterangannya, Kurniawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

“Mari bergandengan tangan. Pastikan setiap anak tumbuh setara, berkembang seutuhnya, dan riang bersama menuju masa depan yang gemilang,” tutupnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow