News  

Ekshumasi Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Tak Temukan Luka Kekerasan

Ketua Tim Dokter Forensik, Prof Ahmad Yudianto. Foto: Darmawan
banner 120x600

Sedangkan yang terakhir, pihaknya tetap memupayakan untuk proses identifikasi dan juga untuk mencari penyebab kematian yang lebih lengkap, yaitu dengan pemeriksaan DNA.

“Sehingga sampai saat ini, proses untuk finalisasi masih tetap langsung, menunggu sampai hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut, yaitu pemeriksaan histopatologi, pemeriksaan toksikologi, dan pemeriksaan DNA,” lanjut Ahmad.

Dengan demikian, tim belum dapat menyampaikan kesimpulan final apakah Sutrimo meninggal secara alamiah atau terdapat faktor lain. Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting sebelum kesimpulan akhir dikeluarkan.

Sementara menurut Karodokpol Pusdokkes Polri sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI), Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengatakan proses identifikasi juga dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri jenazah dengan data antemortem yang diberikan keluarga.

Menurut Hastry, pemeriksaan tersebut dilakukan setelah jenazah dikeluarkan dari makam dan dilanjutkan dengan pemeriksaan bagian luar tubuh.

Setelah pemeriksaan dilakukan, tim dapat mencocokkan ciri-ciri jenazah dengan informasi yang diberikan pihak keluarga.

“Tadi kami periksa setelah proses ekshumasi yaitu bongkar tubuh, lalu kita periksa luar, kita bisa identifikasi kalau data atau ciri-ciri jenazah yang kita periksa adalah almarhum Sutrimo berdasarkan dari ciri-ciri yang menurut keluarga,” ujarnya.

Pemeriksaan bagian dalam jenazah dipimpin Prof Ahmad Yudianto bersama tim forensik dari Universitas Airlangga (UNAIR). Sejumlah ahli lainnya juga dilibatkan dalam rangkaian pemeriksaan dan pengumpulan sampel.

Hastry mengatakan seluruh proses dilakukan hingga jenazah selesai diperiksa dan kemudian dimakamkan kembali.

“Dan untuk proses tekniknya di pemeriksaan dalam, dipimpin oleh ketua tim forensiknya yaitu Prof Ahmad Yudianto dan UNAIR. Dan tim ahli-ahli yang tadi mengerjakan sampai selesai, sampai jenazah juga kami kebumikan dan kami lakukan secara agama muslim dengan didoakan lagi,” tuturnya.

Ia berharap seluruh rangkaian pemeriksaan dapat memberikan titik terang mengenai kematian Sutrimo. Namun, tim masih membutuhkan waktu untuk menunggu hasil analisis laboratorium sebelum menyampaikan kesimpulan akhir.

“Dan saya secara pribadi juga dari teman-teman PDFMI mengucapkan benar-benar sukawai dan semoga kasusnya bisa menjadi jelas,” kata Hastry.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow