SARANGANI, MyInfo.ID – Perselisihan kepemilikan tanah di Barangay Datal Anggas, Alabel, Sarangani, Filipina pada hari Jumat, 16 Oktober 2026 berakhir tragis bagi dua petani di Filipina, Tony (69) dan Gaspar (49). Dilansir dari Manila Bulletin, keduanya dilaporkan meninggal setelah mengikuti ritual tradisional bernama sulif, yang mengharuskan peserta bertahan di bawah air sambil menahan napas.
Sebelum peristiwa itu terjadi, kedua pria tersebut telah berupaya menyelesaikan sengketa dengan bantuan pihak berwenang setempat. Namun, upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Mereka kemudian mengikuti ritual sulif untuk menentukan pihak yang menang dalam perselisihan. Dalam tradisi tersebut, peserta yang mampu bertahan lebih lama di bawah air dianggap sebagai pemenang.
Bertahan di Bawah Air Selama 12 Menit
Tony dan Gaspar sama-sama tidak kunjung muncul ke permukaan. Setelah sekitar 12 menit, para saksi yang terkejut dengan lamanya waktu tersebut akhirnya menarik keduanya keluar dari air.
Tony dilaporkan meninggal di tempat kejadian. Sementara itu, Gaspar dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Keterangan sejumlah saksi kemudian memunculkan dugaan yang lebih memprihatinkan. Mereka menyebut kedua pria itu sempat meminta pertolongan, tetapi para penanggung jawab ritual diduga mencegah mereka mengangkat kepala dari air.
Menurut kesaksian tersebut, setiap peserta tidak hanya membawa kepentingan pribadi, tetapi juga dianggap mewakili keluarga besarnya dalam sengketa tanah itu.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana upaya menyelesaikan perselisihan melalui ritual berbahaya justru berakhir dengan hilangnya dua nyawa.














