DCF 2026 Usung Konsep Wisata 5M, dari Ritual Anak Gimbal hingga Produk UMKM Lokal

Ilustrasi Anak Gimbal digelaran Dieng Culture Festival Banjarnegara. Foto: Pemkab Banjarnegara
banner 120x600

Konsep berikutnya adalah something to feel. DCF 2026 mencoba menghadirkan pengalaman emosional melalui suasana khas Dieng dan interaksi wisatawan dengan masyarakat setempat.

Udara dingin khas dataran tinggi berpadu dengan suasana hangat ketika masyarakat dan pengunjung berkumpul dalam berbagai rangkaian acara. Pengalaman tersebut semakin kuat ketika wisatawan menyaksikan ritual ruwatan anak gimbal yang memiliki nilai spiritual bagi masyarakat setempat.

Di titik ini, festival tidak hanya berbicara mengenai apa yang dapat dilihat. Interaksi, suasana, dan nilai budaya menjadi bagian dari pengalaman yang diharapkan melekat dalam ingatan wisatawan setelah meninggalkan Dieng.

Pengalaman wisata kemudian dilengkapi dengan unsur something to buy. Festival menjadi ruang promosi bagi berbagai produk unggulan daerah yang dapat dibawa pulang oleh wisatawan.

Produk yang ditawarkan antara lain caping batik hasil UMKM Mandiraja, olahan purwaceng, serta berbagai kerajinan khas Banjarnegara. Kehadiran produk-produk tersebut membuat aktivitas belanja sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif setempat.

Koordinator Pelaksana DCF Alif Faozi mengatakan konsep 5M dirancang agar pengalaman wisatawan tidak berhenti pada dokumentasi selama festival.

“Konsep 5M ini kami hadirkan agar wisatawan pulang bukan hanya membawa foto, tetapi juga pengalaman batin, pengetahuan budaya, serta kepedulian terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui produk UMKM lokal,” ujar Koordinator Pelaksana DCF Alif Faozi.

Keterlibatan UMKM Mandiraja melalui produk caping batik menjadi salah satu gambaran bagaimana festival budaya dapat membuka ruang lebih besar bagi ekonomi masyarakat.

Konsep tersebut menempatkan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian pengalaman. Wisatawan memperoleh atraksi sekaligus edukasi, sedangkan pelaku UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

Bagi Alif, keterhubungan antara ketiga sektor tersebut menjadi bagian penting agar penyelenggaraan festival tidak hanya menghasilkan keramaian dalam waktu singkat.

Ia berharap kolaborasi antara sektor pariwisata, pelestarian budaya, dan pemberdayaan UMKM melalui DCF dapat memberikan manfaat yang terus dirasakan masyarakat.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow