Program bantuan pangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses pangan masyarakat di tengah dinamika kondisi cuaca, termasuk saat memasuki periode musim kemarau.
Di sisi lain, Ahmad Rizal menyebut stok beras yang saat ini dikuasai Bulog secara nasional mencapai sekitar 4,8 juta ton. Menurut dia, jumlah tersebut masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah stok beras nasional hari ini masih banyak, sekitar 4,8 juta ton,” katanya.
Stok tersebut tersimpan di sejumlah gudang Bulog serta gudang milik pihak swasta yang disewa perusahaan untuk menampung beras pemerintah.
Ahmad Rizal mengatakan kapasitas gudang milik Bulog saat ini tidak lagi mencukupi untuk menampung seluruh stok beras yang dikuasai. Karena itu, Bulog memanfaatkan gudang-gudang swasta sebagai lokasi penyimpanan tambahan.
“Gudang-gudang Bulog sendiri pun sudah tidak muat lagi untuk menyimpan beras Bulog. Oleh karena itu, Bulog harus menyewa gudang-gudang swasta untuk menempatkan beras-beras tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, stok beras tersebut selanjutnya digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah. Salah satunya penyaluran tambahan bantuan pangan bagi sekitar 33,2 juta penerima manfaat untuk periode Oktober hingga Desember 2026.















