News  

Bekas Jalur Pabrik Gula 1887, Ini Cerita Stasiun Kutowinangun dari Era Kolonial ke Modern

Stasiun Kutowinangun. Foto: Daop 5 Purwokerto
banner 120x600

Melihat tren positif ini, KAI terus memperkuat kualitas fasilitas, kemudahan akses informasi, dan budaya keselamatan di area stasiun.

“Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi. Peningkatan kualitas layanan akan terus dilakukan agar perjalanan pelanggan semakin nyaman dan kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terlayani dengan baik,” kata As’ad.

Selain memfasilitasi perjalanan dinas, pendidikan, dan keluarga, Stasiun Kutowinangun menjadi alternatif gerbang transportasi bagi para pelancong. Dari stasiun ini, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan singkat menuju destinasi wisata air Jlegi Fun River (JFR) maupun agrowisata petik melon di Elio Farm.

Bagi yang ingin bersantai menikmati suasana lokal, Alun-alun Kutowinangun juga dapat diakses dengan mudah dari area stasiun.

As’ad menambahkan, keterhubungan transportasi publik dengan objek wisata diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah secara berkelanjutan.

“Kami berharap layanan kereta api dapat menjadi bagian dari perjalanan masyarakat untuk mengenal potensi daerah, termasuk destinasi wisata di Kebumen dan sekitarnya. Dengan memanfaatkan transportasi publik, masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara lebih praktis sekaligus mendukung perkembangan ekonomi dan pariwisata lokal,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow