News  

Banyumas Perkuat Kerja Sama Internasional, Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Rusia

Pemkab Banyumas terus mengintensifkan upaya membuka kerja sama internasional sebagai strategi percepatan pembangunan daerah dengan Rusia. Foto: Kedubes Rusia

Selain itu, sektor energi hijau turut menjadi perhatian dalam penjajakan kerja sama. Delegasi Rusia disebut tertarik mengembangkan PLTMH di Banyumas dengan memanfaatkan potensi sumber daya air yang melimpah, guna mendukung kemandirian energi dan pembangunan berkelanjutan.

Pemkab Banyumas berharap langkah ini mampu membuka akses investasi asing yang lebih luas, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah proyek prioritas telah disiapkan, antara lain pembangunan Rumah Sakit Purwokerto di atas lahan sekitar dua hektare dengan kapasitas 100 kamar. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp150 miliar dengan skema pendanaan dari investor.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap sepanjang 95 kilometer dengan estimasi investasi mencapai Rp27 triliun. Proyek tersebut dinilai strategis dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Selain itu, pengembangan kawasan industri seluas 280 hektare untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) turut ditawarkan. Kawasan ini dirancang berada di sekitar jalur tol guna memperkuat daya saing industri lokal.

Sadewo juga memaparkan rencana pengembangan kawasan berbasis Integrated City Planning (ICP) yang mencakup Kota Baru Gerilya Sudirman, kawasan pendidikan Unsoed, Kota Lama Banyumas, hingga destinasi wisata Baturraden. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

“Pengembangan kawasan terintegrasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Banyumas dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru berbasis pendidikan, teknologi, dan pariwisata,” jelasnya.

Di sektor lingkungan, Pemkab Banyumas merencanakan penambahan 15 unit mesin pengolahan sampah berkapasitas 15 ton per hari. Sementara di sektor energi, ditawarkan pembangunan PLTMH dengan potensi daya hingga 3,5 megawatt.

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor Banyumas pada 2025 tercatat mencapai Rp1,6 triliun. Pemerintah daerah berharap kerja sama dengan Rusia dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai ekspor.

Kerja sama di bidang pendidikan juga diarahkan pada program beasiswa dan pertukaran pelajar, termasuk rencana pendirian pusat kebudayaan Rusia di Banyumas sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral di tingkat daerah.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow