Beberapa capaian utama meliputi:
- Program One Student One Account (Simpanan Pelajar) yang meningkat dari target 1.000 menjadi 1.750 rekening
- Pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di desa melalui literasi dan akses layanan
- Digitalisasi pasar, termasuk penggunaan QRIS di Pasar Cilongok
Dinavia menekankan, keberhasilan ke depan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk integrasi dengan program digitalisasi daerah.
“Semangat dari program baru ini adalah kolaborasi. Program kerja dari berbagai objek dapat diintegrasikan dalam agenda TPAKD, baik berupa optimalisasi produk layanan maupun pendampingan, sehingga pelaporan dalam sistem informasi menjadi lebih optimal,” ujar Dina.
Bupati Banyumas, Sadewo, menilai akses keuangan kini menjadi faktor penting dalam memperkuat ekonomi lokal, terutama di tengah perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin digital.
Ia menegaskan bahwa TPAKD dibangun dengan tiga tujuan utama:
- Mendorong inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat
- Mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan
- Meningkatkan literasi keuangan agar masyarakat lebih bijak
Salah satu fokus utama ke depan adalah transformasi pasar tradisional melalui sistem pembayaran digital.
“Transformasi pasar melalui sistem pembayaran non tunai dan digitalisasi menjadi langkah penting. Pasar Manis dan Pasar Karanglewas, Pasar Cilongok dan Pasar Sokaraja menjadi prioritas dalam pengembangan ini,” jelas Sadewo.













