JAKARTA, Myinfo.ID – Upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional kini merambah ruang publik transportasi. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI), Jumbo, dan IP Factory Commutorline untuk menghadirkan 11 karya Intellectual Property (IP) lokal dalam balutan livery kereta api yang melintas di berbagai rute strategis.
Kolaborasi ini bukan sekadar menampilkan visual menarik, tetapi menjadi langkah strategis memanfaatkan aset publik sebagai medium promosi karya kreatif anak bangsa. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menilai inisiatif tersebut sebagai bentuk nyata perubahan cara pandang terhadap ruang publik.
“Kolaborasi Kereta IP ini adalah tentang sebuah pergeseran mindset fundamental. Kita harus berhenti melihat aset publik seperti kereta api hanya sebagai ‘hardware’ fungsional. Ini adalah kanvas. Sebuah kanvas raksasa untuk memamerkan ‘software’ terbaik bangsa kita, yaitu Kekayaan Intelektual (IP) lokal,” kata Wamen Ekraf Irene dikutip Sabtu, (27/12/2025).
Sebanyak 11 IP lokal terlibat dalam program ini, yakni Jumbo, Lokerserem, Belanja Ria, Pletesan, Arlo, Glek n Go, Mora Olfi, Nine to Field, Menyonisme, Skudeye, dan Kosanimal. Kehadiran karakter-karakter tersebut mengubah perjalanan kereta api dari sekadar sarana mobilitas menjadi pengalaman visual dan naratif yang dekat dengan masyarakat.
Menurut Irene, peran Kementerian Ekraf dalam kolaborasi ini adalah menjembatani kepentingan antara pengelola aset publik dan para kreator.
“Peran kami di Ekraf adalah menjadi ‘Biro Jodoh’ strategis yang memfasilitasi pertemuan ini. Tujuannya jelas, yakni mengubah perjalanan dari sekadar ‘mobilitas’ menjadi sebuah platform storytelling bergerak yang sekaligus menjadi ‘momen kebanggaan’. Dengan menjangkau jutaan pasang mata di sepanjang rel kereta, kita tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru bagi para kreator, tetapi yang terpenting, kita membangun kebanggaan nasional setiap kali kereta ini melintas,” ujar Wamen Ekraf Irene.













