JAKARTA, MyInfo.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya memperkuat semangat kemandirian energi di Indonesia, terutama di kalangan Generasi Z yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa.
Dalam diskusi terbuka bersama mahasiswa dan aktivis muda sektor energi, Bahlil memaparkan capaian dan arah kebijakan pemerintah dalam upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri secara energi. Ia menekankan bahwa pemerintah telah menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas utama nasional.
Salah satu langkah nyata, kata Bahlil, adalah kebijakan pencampuran solar dengan biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40 persen (B40) yang mulai diterapkan sejak 1 Januari 2025. Program ini menjadi fondasi menuju target berikutnya, yakni B50 atau campuran biodiesel 50 persen.
“Jadi kita campur antara solar murni dengan CPO dengan methanol jadi FAME itu dicampur. Tujuannya apa? Agar CPO dalam negeri bisa dikonversi untuk jadi solar,” jelas Bahlil di dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (8/10/2025).
Tidak hanya solar, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan pencampuran bioetanol 10 persen (E10) ke dalam setiap liter bensin. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor dan memperluas penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau bensin ini 60 persen konsumsi bensin kita itu masih impor. Maka ke depan kita akan mendorong untuk ada E10. Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol. Dengan demikian kita akan campur bensin kita dengan etanol. Tujuannya apa? Agar tidak kita impor banyak dan juga untuk membuat minyak yang bersih, yang ramah lingkungan,” ungkapnya.













