News  

Bakti TNI AD di Banyumas dan Kebumen selama Dua Bulan Dimulai

Program Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, resmi dimulai pada Jumat (16/10/2026). Foto: Istimewa
banner 120x600

BANYUMAS, MyInfo.ID – Program Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, resmi dimulai pada Jumat (16/10/2026). Selama dua bulan hingga 16 Desember 2026, program tersebut menyasar pembangunan infrastruktur di ratusan titik serta berbagai layanan sosial bagi masyarakat.

Pembukaan kegiatan dipusatkan di Alun-Alun Kecamatan Banyumas dan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV/Diponegoro yang diwakili Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika.

Total anggaran yang dialokasikan untuk kedua kabupaten tersebut mencapai sekitar Rp31,07 miliar. Dana berasal dari program TNI AD, partisipasi unsur TNI, pemerintah daerah, serta dukungan Kodam IV/Diponegoro.

Di Kabupaten Banyumas, anggaran yang disiapkan mencapai Rp14,28 miliar. Rinciannya terdiri atas Rp9,2 miliar dari program TNI AD, Rp1,5 miliar dari partisipasi TNI, Rp3,08 miliar dari pemerintah daerah, dan Rp500 juta dari Kodam.

Adapun Kabupaten Kebumen memperoleh alokasi sekitar Rp16,789 miliar. Dana tersebut terdiri atas Rp14,4 miliar dari program TNI AD, Rp1,4 miliar dari partisipasi TNI, Rp489 juta dari pemerintah daerah, dan Rp500 juta dari Kodam.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, program Bakti TNI AD untuk Rakyat merupakan wujud kerja sama berbagai pihak dalam mempercepat pembangunan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

“Bakti TNI untuk rakyat bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI AD dengan rakyat melalui kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian,” kata Ahmad saat membuka kegiatan di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Jumat.

Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas), perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, menggerakkan perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Inilah bentuk collaborative government, together we can do that,” ujar Ahmad seusai upacara.

Ia juga mengingatkan agar seluruh infrastruktur yang dibangun melalui program tersebut dirawat secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow