JAKARTA, MyInfo.ID – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan swasembada energi dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan anggota DEN di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis sore, 17 September 2026.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu agenda strategis pemerintah.
“Kemandirian energi nasional harus dibangun dari kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sendiri. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Teddy, sidang tersebut merupakan agenda rutin DEN yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo sebagai Ketua DEN. Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas sejumlah langkah yang dinilai perlu dipercepat untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.
Salah satu pembahasan dalam sidang adalah pemanfaatan berbagai sumber energi yang tersedia di Indonesia. Mengutip Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia, Teddy menyebut potensi tersebut berasal dari sejumlah komoditas dan sumber daya, seperti kelapa sawit, jagung, singkong, tebu, batu bara, panas bumi, hingga energi surya.
Pemerintah juga mendorong pengembangan B50 dan E50 sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Selain bahan bakar berbasis sumber daya dalam negeri, pengembangan energi terbarukan juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun.















