PURWOKERTO, MyInfo.ID – Anak-anak istimewa yang berada di kursi roda itu membentuk formasi U di Aula Korem 071/Wijayakusuma di Sokaraja, Banyumas pada Minggu (6/9/2026) pagi. Di belakangnya dengan setia orang tua mendampingi mereka.
Anak-anak penyandang disabilitas ganda itu berkaos biru, seragam dengan kedua orang tuanya. Mereka sengaja diundang dalam rangka HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma untuk mendapatkan santunan.
Salah seorang ibu asal Warsidah (43) asal Desa Karangsalam, Baturraden mengaku sangat bahagia mendapat surprise dari Korem. “Saya sangat berterima kasih kepada Korem yang telah memberikan bantuan bagi anak saya. Bagi orang tua seperti saya, harus terus ikhlas. Saya berharap kebaikan-kebaikan seperti ini bisa terus dilanjutkan ke depannya,”ujatr Warsidah sambil mengusap kepala anaknya yang berada di kursi roda.
Sementara Nasikem (45), ibu Elsa, bocah 11 tahun asal Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Korem 071/Wijayakusuma. Bantuan tersebut dinilai meringankan beban keluarga dalam memenuhi berbagai kebutuhan Elsa yang sejak lahir didiagnosis mengalami hidrosefalus.
“Terima kasih, sangat membantu sekali. Karena untuk Elsa, bantuan itu bisa membantu memenuhi kebutuhannya Elsa,” kata Nasikem.
Elsa diketahui mengalami hidrosefalus sejak berusia sekitar satu bulan. Saat dilahirkan, tidak ada tanda-tanda khusus yang menunjukkan adanya gangguan kesehatan. Namun, seiring pertumbuhan, ukuran kepala Elsa terus membesar hingga akhirnya diketahui mengidap hidrosefalus. Kondisi tersebut membuat Elsa hingga kini belum mampu berjalan dan masih membutuhkan bantuan orang lain untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi Nasikem, merawat Elsa menjadi perjuangan yang harus dijalani setiap hari. Mulai dari memandikan, menggendong, hingga mengantarkan putrinya ke sekolah harus dilakukan dengan bantuan fisik karena Elsa belum dapat berjalan secara mandiri.
“Kalau pas lagi mau mengangkat, mau mandi, atau mau sekolah, berangkat sekolah, itu kan harus mengangkat. Soalnya belum bisa jalan. Jadi benar-benar bergantung banget,” ujarnya.
Perayaan HUT Korem 071/Wijayakusuma tahun ini tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjalanan institusi. Di tengah rangkaian kegiatan, semangat kemanusiaan justru mendapat ruang yang cukup besar.
Kepedulian terhadap masyarakat, terutama kelompok penyandang disabilitas ganda, menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan tersebut.









