PURWOKERTO, MyInfo.ID – Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas (SELARAS) 2026 tak sekadar menjadi ruang promosi produk UMKM. Selama rangkaian kegiatan pada 4-6 September 2026, festival yang dipadukan dengan Festival Literasi 2026 itu mencatat transaksi penjualan mencapai Rp1,29 miliar.
Kegiatan yang berlangsung di Area Parkir Kolam Retensi, Kawasan Menara Teratai Purwokerto, tersebut juga membuka peluang bisnis lebih luas bagi pelaku usaha. Dari agenda business matching, tercatat potensi pembiayaan sebesar Rp740 juta, sedangkan potensi transaksi ekspor mencapai Rp653 juta.
Capaian itu menunjukkan SELARAS 2026 mulai bergerak dari sekadar pameran menuju ruang yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, lembaga pembiayaan, hingga peluang ekspor.
Festival tersebut ditutup pada Minggu (6/9/2026) oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Mahdi Abdillah bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas Junaidi.
Sebanyak 75 UMKM halal ikut ambil bagian dalam Sharia Fair. Produk yang ditampilkan antara lain makanan dan minuman, wastra, kriya, serta berbagai produk kreatif lainnya.
Peluang pengembangan usaha juga diperkuat melalui business matching. Skema tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan perbankan dan lembaga keuangan sehingga akses pembiayaan tidak berhenti pada promosi produk.
“SELARAS 2026 merupakan wujud dukungan Bank Indonesia terhadap tiga pilar pengembangan ekonomi syariah,” kata Mahdi.
Menurut Mahdi, tiga pilar tersebut mencakup penguatan halal value chain, pengembangan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian dalam SELARAS 2026 adalah munculnya potensi transaksi ekspor senilai Rp653 juta.
Peluang tersebut memperlihatkan bahwa produk usaha lokal Banyumas Raya memiliki ruang untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas. Promosi UMKM juga diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai kegiatan di kawasan Banyumas Raya.















