Sejumlah agenda yang menjadi bagian dari perluasan promosi tersebut antara lain Pasar Ramadhan UMP, Cilacap Expo, Festival Gunung Slamet di Purbalingga, hingga Dieng Culture Festival di Banjarnegara.
Pengembangan ekonomi syariah dalam SELARAS tidak hanya menyentuh pelaku usaha di sektor hilir. Bank Indonesia bersama mitra juga mendorong penguatan rantai industri halal sejak proses produksi hingga pemasaran.
Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui fasilitasi sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), peningkatan kapasitas penyelia halal, serta peluncuran Zona KHAS atau Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat di Z-Corner Alun-Alun Banyumas dan Kampus UIN Saizu Purwokerto.
Lebih dari 30 pelaku UMKM juga menyatakan komitmen untuk mengurus sertifikasi halal. Pelaku usaha lainnya diarahkan mengikuti pelatihan penyelia halal.
Selain menggerakkan aktivitas perdagangan, SELARAS 2026 turut menguatkan sektor keuangan sosial syariah melalui layanan ZISWAF dan penggalangan donasi.
Hingga festival berakhir, dana yang terkumpul mencapai Rp42,32 juta. Dana tersebut diarahkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari program ZISWAF produktif dan kegiatan kemanusiaan hingga penanganan bencana serta penyediaan sumur bor saat kondisi darurat kekeringan.
Antusiasme terhadap rangkaian kegiatan juga cukup tinggi. Sekitar 5.900 orang tercatat mengikuti berbagai agenda festival, mulai dari pameran UMKM, seminar, talkshow, tabligh akbar, bedah buku, modest fashion, Islamic parenting, hingga kegiatan literasi.
Mahdi menegaskan berakhirnya SELARAS dan Festival Literasi 2026 bukan menjadi akhir dari kolaborasi pengembangan ekonomi syariah di Banyumas Raya.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, KNEKS, KDEKS, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga ZISWAF, perbankan dan lembaga keuangan, akademisi, pondok pesantren, komunitas, media, pelaku UMKM, hingga berbagai mitra lainnya,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas Junaidi juga menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperbesar potensi ekonomi daerah.
“Kolaborasi pemerintah daerah dengan Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat dapat memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki Banyumas Raya,” katanya.















