PURWOKERTO, MyInfo.ID – Sebanyak 231 calon Bintara Polri resmi mengikuti Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Tengah. Pembukaan pendidikan ditandai dengan upacara dan prosesi siraman sebagai simbol kesiapan peserta memasuki masa pembentukan.
Kepala SPN Polda Jawa Tengah Kombes Pol Joko Pitoyo mengatakan pendidikan tersebut dirancang untuk membentuk personel Polri yang berkarakter Bhayangkara, memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, serta mampu memberikan pelayanan publik yang profesional melalui SPKT dengan dukungan teknologi digital.
Menurutnya, lulusan pendidikan ini diproyeksikan menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian yang mengedepankan perlindungan hak asasi manusia, nilai demokrasi, serta pendekatan yang humanis dalam melayani masyarakat.
“Pendidikan ini bertujuan mencetak personel yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan yang cepat, transparan, serta responsif sesuai perkembangan teknologi,” kata Joko Pitoyo.
Program pendidikan berlangsung selama lima bulan dengan total 1.200 jam pelajaran yang mencakup 20 rumpun mata pelajaran. Tahapan pendidikan diawali pembentukan dasar Bhayangkara selama satu bulan, dilanjutkan pembekalan fungsi teknis kepolisian, kemampuan pelayanan SPKT, latihan teknis dan latihan kerja selama tiga setengah bulan, kemudian ditutup dengan tahap pembulatan selama setengah bulan.
Seluruh peserta yang berjumlah 231 orang hadir mengikuti pembukaan pendidikan. Mereka terdiri atas 160 peserta dari Polda Jawa Tengah dan 71 peserta dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada kesempatan yang sama, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman membacakan amanat Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol RZ Panca Putra. Ia menegaskan bahwa pendidikan kepolisian merupakan proses pembentukan karakter dan kompetensi, bukan sekadar mengubah status warga sipil menjadi anggota Polri.















