Secara nasional, Diktuk Bintara Polri Kemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026 diikuti 4.792 peserta didik. Rinciannya, 708 polisi wanita menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri, sedangkan 4.084 peserta pria mengikuti pendidikan di 31 SPN Polda di seluruh Indonesia.
Latif menuturkan personel SPKT nantinya menjadi wajah pertama Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap lulusan dituntut mampu menerima laporan secara cepat, memberikan pelayanan yang santun, menjamin kepastian hukum, serta tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Ia menambahkan, kurikulum pendidikan menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan. Peserta tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diasah kemampuan menyelesaikan persoalan, bekerja sama, berpikir analitis, dan mengimplementasikan nilai Tribrata serta Catur Prasetya dalam pelaksanaan tugas.
Kepada para peserta, Latif berpesan agar mengikuti seluruh proses pendidikan dengan disiplin, menjaga kesehatan, memperkuat mental dan keimanan, serta menjadikan setiap tantangan sebagai bagian dari pembentukan karakter Bhayangkara.
Ia juga mengingatkan para tenaga pendidik dan pengasuh untuk menyelenggarakan pendidikan secara profesional tanpa praktik kekerasan maupun perundungan.
“Pendidikan yang tegas tidak identik dengan kekerasan. Pembentukan karakter harus tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dan martabat peserta didik,” ujarnya.















