PURWOKERTO, MyInfo.ID – Kabupaten Banyumas kembali menjadi perhatian internasional dalam pengelolaan sampah. Rombongan dari Selangor, Malaysia, datang untuk mempelajari langsung sistem yang diterapkan di Banyumas, Rabu (15/4/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin CEO KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli, bersama PT Gibrig Indonesia Bersih. Mereka diterima Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Ruang Joko Kaiman, didampingi jajaran pemerintah daerah.
Kedatangan delegasi ini sekaligus membuka peluang kerja sama, mulai dari transfer teknologi hingga investasi di sektor pengelolaan sampah.
Dalam pertemuan tersebut, Dato Ramli mengungkapkan ketertarikan pihaknya terhadap sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang diterapkan di Banyumas. Model ini dinilai efektif karena dilakukan secara desentralisasi hingga tingkat desa.
Menurutnya, pendekatan tersebut relevan untuk diterapkan di Selangor yang memiliki ratusan kampung tradisional.
“Di Selangor, kami memiliki hampir 275 kampung tradisi. Kami melihat upaya di Banyumas ini sebagai model yang sangat baik untuk dipelajari guna meningkatkan pengelolaan sampah di kampung-kampung kami,” ujarnya.
Delegasi juga telah meninjau langsung proses pengolahan sampah di Banyumas, termasuk penggunaan mesin pengolah skala lokal yang dinilai efisien.
Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi antara Selangor dan Banyumas. Sejumlah rencana kerja sama mulai dibahas, di antaranya:
- Transfer teknologi mesin pengolah sampah
- Penguatan sistem manajemen berbasis kampung
- Penyusunan nota kesepahaman (MoU)
Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di kedua wilayah.













