News  

Indonesia Targetkan PLTN 2032, FIRST Workshop Perkuat Fondasi SDM dan Regulasi SMR

Indonesia mempercepat langkah menuju transisi energi dengan menyiapkan fondasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Foto: Kementerian ESDM

JAKARTA, MyInfo.ID – Indonesia mempercepat langkah menuju transisi energi dengan menyiapkan fondasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Salah satu upaya strategis dilakukan melalui penyelenggaraan Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST) Workshop yang mempertemukan Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang dalam kerja sama trilateral pengembangan teknologi nuklir sipil.

Forum ini difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), penyusunan kerangka regulasi, serta kesiapan ekosistem industri dalam mendukung pengembangan Small Modular Reactor (SMR) yang aman dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut melibatkan Dewan Energi Nasional bersama mitra internasional, antara lain U.S. Department of State’s FIRST Program serta lembaga dari Jepang.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dadan Kusdiana, yang mewakili Wakil Menteri ESDM, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas nasional menjadi prioritas utama dalam pengembangan nuklir. Kerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang diarahkan pada peningkatan desain dan kerangka regulasi SMR, pengembangan kompetensi manufaktur berteknologi tinggi, serta penerapan standar keselamatan dan keamanan yang ketat.

Menurut Dadan, setiap tahapan pembangunan PLTN harus mengedepankan prinsip keselamatan, tata kelola transparan, serta kesiapan SDM yang memadai.

“Nuklir menawarkan solusi energi yang stabil, rendah emisi, dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan kemajuan teknologi seperti SMR, pengembangan nuklir kini semakin adaptif dan relevan bagi negara berkembang,” ujar Dadan dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Ia juga menyebut lima negara dengan konsumsi energi terbesar di Asia Tenggara Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam yang menyumbang hampir 89 persen permintaan energi regional, tengah menjajaki opsi pengembangan nuklir melalui jejaring kerja sama energi kawasan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow