Minyak Goreng Diserbu Warga, Stok GPM Kalimanah Habis Kurang dari 30 Menit

Suasana Gerakan Pangan Murah (GPM) Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Kamis (26/2/2026). Foto: Pemkab Purbalingga

PURBALINGGA, MyInfo.ID – Minyak goreng menjadi komoditas paling diburu masyarakat dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Kamis (26/2/2026). Program stabilisasi harga pangan yang digelar Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama Perumda Puspahastama ini langsung disambut antusias warga, terutama saat bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam waktu kurang dari setengah jam sejak dibuka di Pendapa Perwira Kecamatan Kalimanah, sekitar 10 dus minyak goreng yang dijual dengan harga Rp15.700 per liter langsung ludes dibeli masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan bahan pokok di tengah kenaikan harga pangan di pasaran.

Direktur Perumda Puspahastama, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Masyarakat sangat membutuhkan terutama saat ini dengan inflasi harga telur, minyak goreng, dan bawang merah yang terus melambung,” tuturnya.

Menurut Yuni, sapaan akrabnya, sejumlah komoditas strategis dijual di bawah harga pasar guna menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan. Dalam kegiatan tersebut, telur dijual Rp29.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.700 per liter, serta bawang merah Rp10.000 per 0,25 kilogram.

Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar saat ini yang telah menembus lebih dari Rp30.000 per kilogram untuk telur dan sekitar Rp18.000 per liter untuk minyak goreng.

Tingginya minat masyarakat terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Warga berbondong – bondong datang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga subsidi, terutama minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Salah satu warga Desa Selabaya, Windar, mengaku sangat terbantu dengan adanya program GPM karena mampu meringankan pengeluaran keluarga di tengah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

“Mudah-mudahan bisa stabil harga-harganya dan bisa mengimbangi penghasilan rakyat kecil sehingga bisa mencukupi kebutuhan,” pungkasnya.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga menjadi strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi pangan saat Ramadan.

Lonjakan permintaan bahan pokok pada periode tersebut kerap memicu kenaikan harga di pasar. Karena itu, intervensi melalui GPM diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow