3 Waktu Terkabulnya Doa saat Ramadan yang Wajib Diketahui Umat Islam

Waktu Terkabulnya Doa. Foto: Pexels/ Dwi Setyo

MyInfo.ID – Ramadan 1447 Hijriah telah tiba, membawa serta keberkahan dan peluang emas bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di bulan suci ini, ada momen-momen istimewa di mana pintu langit terbuka lebar dan doa-doa hamba-Nya mustajab. Sayangnya, tidak sedikit yang melewatkan kesempatan berharga ini begitu saja. Padahal, merugi lah orang yang melewati Ramadan tanpa meraih ampunan dan kebaikan.

Lantas, kapankah 3 waktu terkabulnya doa saat Ramadan yang patut diperhatikan dan amalkan? Berikut penjelasan lengkap dari Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, hafidzhahullah.

1. Waktu Sahur: Sepertiga Malam yang Penuh Kemuliaan

Waktu sahur, terutama di sepertiga malam terakhir, merupakan momen paling mustajab untuk memanjatkan doa. Ini adalah saat Allah SWT turun ke langit dunia dan menawarkan ampunan serta pengabulan permintaan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman: ‘Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan.’ Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758)

Ibnu Hajar menjelaskan hadits ini dengan menegaskan, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32). Oleh karena itu, jangan sia-siakan momen sahur selama puasa ramadan hanya untuk makan dan minum, tetapi isi juga dengan munajat dan doa.

2. Saat Berpuasa: Keutamaan Orang yang Menahan Lapar dan Dahaga

Orang yang sedang menjalankan ibadah puasa ramadan memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Dalam kondisi menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, doa seorang Muslim memiliki potensi besar untuk tidak tertolak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow