Hasil evaluasi nantinya menjadi dasar dalam menentukan tingkat risiko masing-masing platform sekaligus kesesuaiannya untuk kelompok usia tertentu.
Pemerintah Dorong Platform Berbenah
Berbeda dengan sejumlah negara yang memilih membatasi akses anak secara menyeluruh terhadap media sosial, Indonesia mengambil pendekatan yang lebih adaptif.
Pemerintah tidak hanya berfokus pada perlindungan anak, tetapi juga mendorong platform digital untuk melakukan perbaikan sistem, fitur keamanan, dan tata kelola layanan agar lebih ramah bagi pengguna usia muda.
“Pendekatan ini berbeda dengan sejumlah negara yang menerapkan pembatasan secara menyeluruh terhadap akses anak ke media sosial, platform juga harus mau berubah menjadi lebih baik. Karena itu kami mengukur perubahan-perubahan yang mereka lakukan, termasuk fitur-fitur yang dibuat agar lebih aman bagi anak-anak,” ucap Meutya.
Meutya juga mengingatkan seluruh platform yang belum menyerahkan laporan self-assessment agar segera memenuhi kewajibannya. Jika tidak, platform berpotensi masuk dalam kategori berisiko tinggi dalam evaluasi pemerintah.
Daftar Platform yang Sudah Melapor
Berdasarkan data Kemkomdigi, sejumlah platform yang telah menyerahkan hasil penilaian mandiri PP TUNAS antara lain:
Layanan Streaming (OTT):
- Netflix
- Vidio
- HBO Max
- Disney+
Kategori Gim Online:
- Roblox
- PUBG Online
- Crossfire
- Age of Empire Mobile
- Valorant
- Free Fire
- Mobile Legends
E-commerce:
- Shopee
- Tokopedia
- Lazada
- TikTok Shop
Sistem Pembayaran dan Layanan Digital:
- Dana
- GoPay
- Flip.id
- ChatGPT
- Grab
Kemkomdigi berharap semakin banyak platform digital yang mengikuti proses penilaian mandiri sehingga ekosistem digital Indonesia dapat menjadi ruang yang lebih aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak.















