Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Gibran menyoroti pentingnya penguatan sarana teknologi pendidikan di sekolah-sekolah wilayah 3T. Salah satu yang mulai didorong pemerintah adalah penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID).
“Kita ingin memastikan program pendidikan menyentuh area-area yang selama ini sulit dijangkau. Digitalisasi melalui alat-alat pendidikan modern harus bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa di wilayah 3T,” tegas Wapres Gibran.
Menurut Gibran, pemerataan teknologi pendidikan menjadi langkah penting untuk mengejar ketertinggalan akses belajar antarwilayah di Indonesia.
Tak hanya fokus pada pendidikan dasar, pemerintah juga mulai memperkuat pengembangan keterampilan tingkat lanjut atau high skill bagi pelajar tingkat menengah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global sekaligus memanfaatkan bonus demografi Indonesia di masa mendatang.
Melalui penguatan teknologi pendidikan dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap seluruh anak bangsa, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas.
Digitalisasi pendidikan di Papua dan wilayah 3T pun diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan SDM unggul menuju Indonesia maju.















