Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat internasional.
“Mereka memiliki pengalaman yang luar biasa dan perlu mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan sehingga ketika kembali ke tanah air memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengembangan kompetensi yang berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia.
Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyebut Program RPL Luar Negeri sejalan dengan komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Program tersebut dinilai menjadi bentuk nyata perluasan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga negara Indonesia yang sedang maupun pernah bekerja di luar negeri.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah serta Badan Pembina Harian UMP sebagai bagian dari penguatan peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui Program RPL Luar Negeri, UMP membuka peluang bagi pekerja migran Indonesia di berbagai negara untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan sistem yang lebih fleksibel.
Meski memberikan kemudahan melalui pengakuan pengalaman kerja, UMP menegaskan seluruh proses tetap mengacu pada standar akademik dan penjaminan mutu lulusan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya UMP memperluas jejaring internasional sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Dengan hadirnya Program RPL Luar Negeri, Universitas Muhammadiyah Purwokerto memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja, inovatif dalam layanan pendidikan, serta berkomitmen menghadirkan akses kuliah yang lebih inklusif bagi masyarakat Indonesia di dalam maupun luar negeri.















