Konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan meningkat sekitar 23,3 persen, dari rata-rata harian 1.986 kiloliter menjadi sekitar 2.446 kiloliter per hari. Peningkatan ini dipicu tingginya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan libur Lebaran.
Sebaliknya, konsumsi gasoil diproyeksikan turun sekitar 2,1 persen, dari rata-rata 993 kiloliter per hari menjadi sekitar 973 kiloliter per hari. Penurunan ini diperkirakan terjadi karena berkurangnya aktivitas industri selama masa libur Idul Fitri.
Sementara itu, kebutuhan elpiji di sejumlah daerah juga diprediksi meningkat seiring bertambahnya aktivitas rumah tangga selama Ramadhan dan Lebaran.
Di Kabupaten Banjarnegara, konsumsi elpiji diperkirakan naik dari 92 metrik ton per hari menjadi sekitar 104 metrik ton per hari. Di Kabupaten Banyumas, kebutuhan elpiji diproyeksikan meningkat dari 192 metrik ton menjadi sekitar 216 metrik ton per hari.
Peningkatan serupa juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Cilacap, dari 184 metrik ton menjadi sekitar 207 metrik ton per hari. Sementara di Kabupaten Purbalingga diprediksi naik dari 102 metrik ton menjadi sekitar 115 metrik ton per hari, dan di Kabupaten Kebumen dari 130 metrik ton menjadi sekitar 146 metrik ton per hari.
Taufiq menegaskan Pertamina telah menyiapkan infrastruktur serta sistem distribusi energi agar kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik.
“Kami memastikan kesiapan infrastruktur dan distribusi energi selama Ramadhan dan Idul Fitri agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.













