“Kegiatan ini merupakan pengalaman pertama yang diikuti anak-anak pada level nasional hingga ASEAN. Mereka sangat antusias dan penuh semangat dalam mempersiapkan kompetisi ini melalui latihan yang tekun, mulai dari merakit blok robot hingga memprogram robot yang akan ditampilkan,” ungkap Asib, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, medali emas yang diraih bukan hasil instan. Para siswa harus menjalani latihan rutin, pendampingan intensif, hingga membangun kekompakan tim agar mampu menampilkan inovasi terbaik di hadapan juri internasional.
Ia menjelaskan, tema robot kesehatan dipilih karena dinilai dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus relevan dengan perkembangan teknologi masa depan.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa siswa sekolah dasar mampu bersaing di bidang teknologi dan robotik pada level internasional. Prestasi itu juga memperlihatkan pentingnya pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan literasi teknologi sejak usia dini.
SD UMP sendiri terus mendorong pengembangan bakat siswa di bidang sains, teknologi, robotik, dan kecerdasan buatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan era digital.
Capaian Tim Smart Robo SD UMP di panggung ASEAN diharapkan mampu memotivasi siswa lain untuk lebih percaya diri mengembangkan inovasi dan berani bersaing di tingkat global.















