Roblox menyebut sistem ini dibuat untuk membatasi interaksi antara anak-anak dan orang dewasa yang tidak dikenal di dunia digital.
“Itu berarti anak-anak berusia 5 hingga 8 tahun tidak akan memiliki akses yang sama di Roblox seperti anak-anak berusia 9 hingga 15 tahun atau pengguna yang berusia lebih dari 16 tahun,” jelas Kaufman.
Untuk melakukan verifikasi usia, Roblox menyediakan dua metode. Pengguna dapat menggunakan identitas resmi pemerintah atau memanfaatkan teknologi estimasi usia wajah melalui kamera perangkat.
Roblox mengklaim teknologi tersebut telah diuji laboratorium independen dengan tingkat akurasi tinggi.
“Teknologi yang kami gunakan untuk estimasi usia telah diuji dan disertifikasi oleh laboratorium pihak ketiga,” ujar Kaufman.
Selain itu, Roblox juga menyiapkan mekanisme koreksi usia jika terjadi kesalahan verifikasi. Orang tua yang terhubung ke akun anak dapat melakukan pembaruan usia melalui fitur kontrol orang tua.
Roblox juga memperketat kurasi gim yang dapat diakses pengguna usia di bawah 16 tahun. Gim dengan fitur sosial bebas, gambar bebas, isu sensitif, hingga obrolan pribadi satu lawan satu tidak akan tersedia di akun Roblox Kids maupun Roblox Select.
Langkah ini mendapat dukungan dari sejumlah orang tua yang tergabung dalam Dewan Orang Tua Global Roblox.
“Akun Roblox Kids dan Roblox Select yang baru merupakan kemenangan besar bagi para orang tua,” kata Denny Handlin.
Menurutnya, fitur baru ini membuat orang tua lebih mudah mengontrol jenis permainan yang dimainkan anak-anak mereka.
“Kemampuan untuk menyetujui permainan dan menyesuaikan pengalaman agar sesuai dengan kebutuhan anak-anak kita memungkinkan mereka menikmati keajaiban Roblox sementara kita tetap memegang kendali,” ujarnya.















