Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Ramaikan Festival Dolanan Tradisional Banyumas

Ratusan pelajar hingga mahasiswa memadati Alun-alun Kota Lama Banyumas untuk mengikuti Festival Dolanan Tradisional Banyumas. Foto: Pemkab Banyumas
banner 120x600

Ketua Umum KORMI Kabupaten Banyumas menilai permainan tradisional mengandung banyak nilai pendidikan karakter yang masih relevan diterapkan kepada generasi muda saat ini.

Selain melatih kemampuan fisik, berbagai permainan tersebut juga mengajarkan kerja sama, kreativitas, keberanian, hingga sportivitas dalam berkompetisi.

“Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan Fesdoramas ini, hal ini selain untuk melestarikan olahraga tradisional juga untuk memasalkan olahraga, agar masyarakat Banyumas mempunyai gaya hidup sehat dengan berolahraga,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Menariknya, sebagian peserta mengaku baru pertama kali mencoba permainan tradisional yang diperlombakan.

Sindy Antika, siswi SMP Negeri 1 Banyumas, mengaku sebelumnya belum pernah memainkan permainan tradisional yang menjadi cabang lomba dalam festival tersebut. Namun, ia tertarik mengikuti lomba lari balok karena menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah.

Sementara itu, Faik, pelajar dari SMP Negeri 3 Kebasen, mengaku pernah melihat permainan egrang di lingkungan tempat tinggalnya. Meski belum mahir, ia merasa senang bisa ikut mencoba permainan yang mulai jarang dijumpai tersebut.

Banyak peserta mengaku sebelumnya hanya mengenal permainan tradisional melalui video di media sosial. Karena itu, Fesdoramas menjadi kesempatan bagi mereka untuk merasakan langsung pengalaman bermain dolanan tradisional yang pernah populer di masyarakat.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow