News  

Pramuka Jadi Ruang Pendidikan Karakter, 407 Siswa SMP Ikuti Perkemahan di Bogor

407 siswa SMP mengikuti Perkemahan Anak Indonesia Hebat 2026 bertema “Tunas Aman, Sekolah Nyaman” di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat. Foto: Keendikdasmen
banner 120x600

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso menilai penguatan budaya sekolah aman dan nyaman dalam kegiatan tersebut sejalan dengan nilai yang selama ini dibangun melalui pendidikan kepramukaan.

“Pada tahun ini, Perkemahan Anak Indonesia Hebat telah memberikan perhatian yang semakin kuat pada budaya sekolah aman dan nyaman. Kwartir Nasional menyambut baik penguatan ini karena semangat membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, saling menghormati, dan saling menjaga sesungguhnya telah sejak lama ditanamkan dalam pendidikan gerakan Pramuka melalui Trisatya dan Dasadarma,” jelas Budi.

Direktur Sekolah Menengah Pertama Mulyani Mega Hapsari menjelaskan bahwa setiap kegiatan dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman langsung, termasuk belajar bekerja sama sejak hal sederhana.

“Untuk materinya sudah kita rancang, ada materi-materi yang di mana pertama mereka harus bekerja sama untuk bagaimana mendirikan tenda, terus nanti ada juga ‘belanja ide’, ada materi terkait dengan STEAM, ada materi terkait dengan sosialisasi dengan lingkungan sekitar dan seterusnya. Mudah-mudahan setelah dari kegiatan ini tidak berhenti di kegiatan ini saja tetapi juga bisa meneruskannya dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari,” jelas Mega.

Bagi guru pendamping, pengalaman semacam itu dapat membantu siswa membangun kebiasaan positif yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.

Dini Safitri, guru pendamping dari SMP Negeri 28 Kota Tangerang, menilai perkemahan menjadi kesempatan bagi siswa untuk berlatih disiplin sekaligus meningkatkan kemandirian.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang positif untuk mendukung Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di mana anak-anak di sini belajar disiplin dan teratur selama lima hari ke depan. Harapan saya, murid-murid bisa belajar lebih mandiri, lebih terampil, dan lebih bertanggung jawab untuk dirinya sendiri dan untuk ke depannya nanti,” ujar Dini.

Bagi peserta, perkemahan tidak hanya menghadirkan kegiatan baru, tetapi juga kesempatan bertemu siswa dari berbagai wilayah Indonesia.

Muhammad Fikry, peserta dari SMP Negeri 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor, tertarik mengikuti kegiatan karena banyak aktivitas yang bisa diikuti sekaligus menjadi kesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman dari daerah lain.

Pengalaman serupa dirasakan Adellia Nafia dari SMP Negeri 28 Kota Tangerang. Menurutnya, tinggal selama lima hari dalam suasana perkemahan memberinya pengalaman baru karena harus berada jauh dari keluarga.

“Ini merupakan perkemahan lima hari dan banyak penggalang dari berbagai daerah sehingga saya punya banyak teman baru. Ini juga salah satu momen saya jauh dari keluarga sehingga saya bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mandiri,” ungkapnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow